You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sosialisasi Penyelenggaraan Bangunan Gedung jaksel tiyo
photo Tiyo Surya Sakti - Beritajakarta.id

Sosialisasi Penyelenggaraan Bangunan Gedung di Jaksel Diikuti 250 Peserta

Sosialisasi penyelenggaraan bangunan gedung bertajuk "Mewujudkan Bangunan Gedung yang Aman, Tertib, dan Andal untuk Jakarta Selatan Menuju Kota Global" di Ruang Antasari, Kantor Wali Kota setempat diikuti 250 peserta dari pelaku teknis bangunan, pihak swasta, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

"Meningkatkan kualitas"

Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo mengatakan, Jakarta saat ini diarahkan menjadi kota global yang membutuhkan lingkungan perkotaan berkualitas. 

Komisi D: SLF Penting untuk Keselamatan Pengguna Gedung

Menurutnya, kota global tidak hanya ditandai dengan berdirinya gedung-gedung tinggi, tetapi juga kemampuan menghadirkan rasa aman, nyaman, tertib, serta kualitas hidup yang baik bagi masyarakat.

"Jakarta Selatan merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas pembangunan dan kegiatan masyarakat yang sangat dinamis. Penyelenggaraan bangunan gedung bukan hanya urusan pemerintah semata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemilik gedung, pengelola, pelaku usaha, hingga masyarakat," ujarnya, Rabu (16/9).

Syafrin menjelaskan tiga pedoman utama dalam penyelenggaraan bangunan gedung. Pertama, memastikan kesesuaian sejak tahap awal pembangunan, termasuk aspek administrasi dan tata ruang wilayah.

Kedua, mengubah paradigma lama dengan melakukan pemeliharaan dan perawatan bangunan secara berkala, salah satunya melalui pemutakhiran Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

"Ketiga, seluruh gedung harus terus melakukan penyesuaian dengan visi Jakarta sebagai kota global yang berbudaya, termasuk mematuhi ketentuan tata ruang seperti pemeliharaan kawasan jalur hijau dan tidak melanggarnya demi kepentingan komersial sesaat," terangnya.

Syafrin memastikan, pemerintah memiliki peran dalam memberikan pembinaan, pelayanan, dan pengawasan. Sementara itu, pemilik bangunan, pengelola, pelaku usaha, tenaga ahli, penyedia jasa, serta masyarakat turut memiliki peran penting dalam memastikan pembangunan dan pemanfaatan bangunan dilaksanakan secara bertanggung jawab.

"Tentu saya berharap kita semuanya di sini satu visi bahwa kota global yang dituju adalah kota yang layak huni bagi masyarakat yang ada di dalamnya," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (CKTRP) Jakarta Selatan, Andi Lazuardy menambahkan, sepanjang 2025, jumlah permohonan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan SLF di Jakarta Selatan menjadi yang terbanyak dibandingkan lima wilayah kota administrasi lainnya di DKI Jakarta.

Kendati demikian, pihaknya masih menemukan sejumlah kendala di lapangan, antara lain keterbatasan pemahaman pemohon dalam menyusun dokumen teknis serta kurangnya perhatian terhadap aspek keselamatan, kesehatan, dan keandalan bangunan.

"Penerbitan SLF ini juga sangat bergantung pada rekomendasi instansi terkait, seperti Dinas Tenaga Kerja untuk sertifikasi K3 instalasi MEP serta Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk aspek keselamatan kebakaran," bebernya.

Andi berharap, melalui sosialisasi tersebut, para pemohon dan pengelola gedung tidak hanya memahami persyaratan administratif, tetapi juga mengerti pentingnya memenuhi standar keselamatan guna memberikan perlindungan maksimal bagi pengguna bangunan dan masyarakat luas di Jakarta Selatan.

Ia menuturkan, tujuan penyelenggaraan bangunan gedung pada akhirnya bukan sekadar agar permohonan dapat diproses atau dokumen diterbitkan. Lebih dari itu, setiap bangunan yang berdiri dan dimanfaatkan di Jakarta Selatan harus mampu memberikan jaminan keselamatan, kesehatan, kenyamanan, kemudahan, dan keandalan.

"Semoga sosialisasi ini dapat memberikan manfaat dan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan bangunan gedung di Jakarta Selatan menuju kota global," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Trotoar Sepanjang Jalan Fachrudin Ditata Petugas Gabungan

    access_time09-09-2026 remove_red_eye1340 personFolmer
  2. Komisi E Minta Verifikasi KJP tak Putus Bantuan di Tengah Tahun

    access_time10-09-2026 remove_red_eye1255 personFakhrizal Fakhri
  3. Komisi B Kawal Target Laba Bank Jakarta

    access_time09-09-2026 remove_red_eye1049 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelajar di Jakarta Diusulkan Dapat Kartu Layanan Gratis Transum

    access_time09-09-2026 remove_red_eye1037 personFakhrizal Fakhri
  5. 17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

    access_time14-09-2026 remove_red_eye996 personBudhi Firmansyah Surapati